random

Peserta Stream 2014 Takjub Saksikan Sendra Tari Ramayana

jasadh

ilustrasi ilustrasi YOGYAKARTA - Mengagumkan, itulah ungkapan para peserta Stream Indonesia 2014 saat menyaksikan pementasan Sendra Tari Ramayana di Hotel Haytt, Yogyakarta. Sambil menikmati makam malam, Kamis (8/5/2014), mereka terpesona melihat para penari di atas panggung berlatar depan kolam renang.



Para penari diiringi musik gamelan terlihat lentur menyuguhkan drama kisah Rama-Shinta dalam legenda yang ditulis Walmiki dengan bahasa Sansekerta.



Alur cerita itu terbagi menjadi empat babak, mulai dari penculikan Shinta oleh Rahwana, pencarian Hanoman ke singgasana Rahwana di Alangka, kisah kematian Rahwana, dan pertemuan kembali Shinta dengan Rama.



Tak ada dialog dari para penari. Namun, gerak penari disampaikan dalam alunan musik dan suara melencing nyanyian sinden cukup memesona.



Cerita singkat dari kisah itu saat ayahanda Shinta, Prabu Janoko mengadakan sayembara. Dalam sayembara itu dimenangkan Rama. Selanjutnya Shinta dipersunting Rama.



Suatu ketika, Rama dan Shinta berkelana ke hutan bersama Laksamana, adik lelaki Rama. Mereka diintai raksasa yang bernama Rahwana. Belakangan diketahui Rahwana ini jatuh hati kepada Shinta karena dianggap jelmaan Dewi Widowati.



Kelicikan Rahwana dimulai dengan memerintahkan pengikutnya menjelma jadi binatang, Kijang. Kijang itu untuk menarik perhatian Shinta. Jebakan Rahwana pun membuahkan hasil, Shinta terpikat dengan kelincahan Kijang jelmaan tersebut. Shinta meminta Rama untuk menangkap kijang yang lincah tersebut.



Pergilah Rama memburu Kijang. Kijang yang lincah itu akhirnya membawa Rama hingga jauh dari hutan. Rama tak kembali hingga beberapa hari. Lama tak kembali, Laksamana pun gelisah. Dia bergegas pergi mencari kakaknya, Rama. Sementara Shinta, di tinggal sendirian dalam hutan belantara. Sebelum pergi, Laksamana memberi mantra memagari Shinta melingkar agar selamat.



Di tinggal sendirian, Rahwana memanfaatkan kesempatan emas untuk menculik Shinta. Rahwana mengubah diri dengan sosok Durno agar Shinta bisa keluar dari benteng mantra yang dibuat Laksamana.



Singkat cerita, Shinta keluar dari lingkaran mantra tersebut. Dengan mudah Rahwana menculik Shinta untuk dibawa ke kayangan kerajaan Alangka.



Laksamana dan Rama pun kembali, namun sudah tidak menemui Shinta. Rama pun memerintahkan kera putih, Hanoman untuk mencari Shinta.



Setelah melakukan pencarian, akhirnya Hanoman mengetahui Shinta berada dicengkraman Rahwana. Hanoman marah. Kera putih yang gagah perkasa dan digdaya itu tak gentar melawan Rahwana.



Hanoman melakukan penyeburan ke singgasana Rahwana. Dia membakar habis semua kerajaan Rahwana, dan berhasil membunuh Rahwana dan bala tentaranya.



Akhirnya, Shinta berhasil dibawa turun dari kayangan oleh Hanoman untuk diserahkan ke Rama. Bukannya berterima kasih, Rama justru meragukan kesucian Shinta yang dianggap sudah ternodai oleh Rahwana.



Shinta pun bersumpah bahwa dirinya masih suci. Kisah ini yang sering disebut 'Shinta Obong', yakni Shinta dibakar hidup-hidup untuk membuktikan kesuciannya di hadapan Rama.



Jika dalam pembakaran itu Shinta dusta, maka raganya akan terbakar habis. Namun, jika Shinta itu tulus tidak ternodai, maka raganya tak mempan saat dibakar.



Ternyata, kesucian Shinta terbukti karena raganya sedikit pun tidak terbakar. Rama pun akhirnya menerima kehadiran Shinta meski sudah disandra Rahwana. Kisah itu merupakan akhir dari cerita Sendratari Ramayana.



Usai penampilan, seluruh pemain keluar berdiri di depan panggung. Para peserta terlihat riang menuju panggung untuk berfoto dengan para penari. (fmh)




loading...

Peserta Stream 2014 Takjub Saksikan Sendra Tari Ramayana Reviewed by agus jasadh on 21:16 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan








'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Copyright © 2018 jasadh - All Rights Reserved

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.