Mengintip Proses Pembuatan Smartphone di Semarang

jasadh.blogspot.com -

Apakah dengan bertempat produksi di Semarang, Harga Evercoss di Semarang bakal lebih murah? #eehhhh ngareeepp  hiihhihihiiiii.....

Evercoss telah benar-benar mengukuhkan posisinya di kelompok produsen lokal Indonesia dengan payung PT Aries Indo Global. Gebrakan itu dengan beroperasinya pabrik perakitan ponsel (telepon seluler) di Kota Semarang, Jawa Tengah. 

 Bahkan, dalam kurun waktu satu bulan, pabrik ponsel smartphone pertama di Indonesia tersebut mampu memproduksi 500-600 ribu unit setiap bulan yang dikerjakan oleh 350 karyawan. 




Seperti apa prosesnya?  Ada empat line ruang produksi yang secara khusus digunakan, empat line tersebut bekerja sesuai tahapan proses dari awal hingga akhir. Secara garis besar ada dua tahapan proses pembuatan Smartphone Evercoss, yakni tahap Assembling dan Packaging. Pada tahap Assembling sejumlah proses harus dilewati. Pertama, proses soldering PCB (Printed Circuit Board) dengan peripheral lainnya. Kedua, proses isolator, di mana sejumlah teknisi memasang perangkat lain, seperti baut, sekrup, dan perangkat non solderisasi. 

 "Tahap selanjutnya adalah proses quality control (QC) yang ketat. Proses QC menjadi kunci keberhasilan smartphone Evercoss diterima masyarakat," ungkap Mario Ekosuryo, Manajer Operasional PT Aries Indo Global. Dijelaskannya, dalam tahap ini para teknisi juga melakukan uji fungsi sinyal yang menggunakan mesin khusus. 

Jika smartphone sudah lolos QC, akan masuk tahap finalisasi. "Tahap ini rangkaian smartphone dibentuk menjadi unit tanpa tutup belakang, " kata dia. Memasuki tahapan berikutnya, para teknisi melakukan proses ionisasi (steril) untuk kepastian rangkaian smartphone benar-benar steril dari kotoran, seperti debu. 

Kemudian, smartphone akan diberi identitas imei di body PCB serta penempelan stiker baut dan lain-lain. Tahap akhir adalah packaging, yakni pengepakan unit smartphone ke dalam dus beserta komponen lain. Seperti earphone, baterai, charger, buku panduan dan lainnya. Selanjutnya, para teknisi juga melakukan proses penimbangan. "Penimbangan itu untuk menguji apakah bobotnya sesuai dengan spesifikasi atau tidak," ujarnya.

Dalam tahap ini, juga dilakukan proses penyegelan menggunakan dus besar dengan volume tiap dus berisi 20 smartphone. Lebih lanjut, dikatakan Mario, proses perakitan smartphone dengan feature phone mempunyai tingkat kesulitan yang sama. Untuk feature phone, memiliki jumlah perakitan lebih banyak karena terdiri atas komponen yang lebih banyak. Seperti, antena, perangkat televisi dan lainnya. "Tapi, untuk smartphone tidak. Cuma proses pengecekannya tidak sekaya feature phone," kata dia. sumber viva

Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon