Ada yang Aneh dengan Negeri Ini




  • Ada Yang Aneh Dengan Negeri Ini







Ada yang aneh dengan negeri ini. Dalam waktu dekat, kita dihebohkan oleh beberapa kasus. Namun pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merefleksikan diri terkait penetapan Ibu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Baru-baru ini beredar foto. Intinya membandingkan Ibu Susi dengan Ibu Atut (Ratu Atut Chosiyah). Di sana tertera tulisan: Pertama, pada gambar Bu Susi terdapat tulisan: perokok, bertato, 2 kali kawin cerai, bergajulan, tidak berjilbab, tidak lulus SMA. Sedangkan yang kedua, pada gambar Bu Atut, terdapat tulisan: tak merokok, tak bertato, tak kawin cerai, santun, berjilbab, pendidikan tinggi.

Di sini ada keanehan dimana membandingkan dua figur yang jelas tidak layak untuk dibandingkan. Saya melihat ada kebencian. Pada apa? -pada muslimah. Sejak awal, kasus Bu Susi ini tidak membicarakan jilbab. Nyatanya tidak ada yang mengkritisi Bu Susi karena tidak berjilbab. Yang dikritisi oleh publik adalah tertakit tindakan Bu Susi merokok di depan publik.

Tapi isunya dibelokkan sedemikian rupa. Lalu di media sosial, tersebarlah gambar yang membandingkan keduanya. Yang satu gambar perempuan (bisa disebut muslimah gak yah?) tidak berjilbab yang profesional dalam bekerja dengan gambar muslimah berjilbab yang sedang terjerat kasus korupsi.

Sungguh, ini logika yang sesat dan menyesatkan. Dalam hal ini, yang dirusak adalah citra muslimah berjilbab. Jilbab dihadapkan dengan rokok dan tato. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa “lebih baik tidak berjilbab, merokok dan bertato tetapi profesional daripada berjilbab, berpendidikan tetapi korupsi.”

Mari kita lihat, dua figur di atas menggambarkan dua kombinasi. Kombinasi pertama: merokok, bertato, pekerja keras. Dan kombinasi kedua: berjilbab, tidak merokok, tidak bertato, tetapi diduga korupsi. Padahal masih banyak kombinasi lain. Apa koruptor yang merokok itu tidak ada? Apakah koruptor perempuan itu lebih banyak yang berjilbab atau tidak? Jadi jelas, statistik tidak bisa menggunakan dengan satu sampel saja.

Sehingga saya memiiliki asumsi. Mungkin negara ini sudah kehabisan stok orang hebat dengan kriteria: tidak merokok, tidak bertato, tidak korupsi, tidak kawin cerai, santun, berjilbab dan berpendidikan tinggi serta menjunjung ke-profesionalitas dalam bekerja. Sehingga figur perokok, bertato, 2 kali kawin cerai, bergajulan, tidak berjilbab dan tidak berpendidikan telah menjadi contoh pemimpin yang baik buat generasi kita selanjutnya.

Selamat refleksikan :)


dari sumber




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon