Petisi Ini Bisa Mencegah Kiamat Internet di Indonesia

jasadh.blogspot.com news - Sebanyak 400 penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia, sepakat untuk mematikan akses internet jika Mahkamah Agung tidak memberikan kepastian kepada ISP terkait skema bisnis. Dan, tentunya membebaskan mantan Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2), Indar Atmanto.



Petisi pun dibuat. Dalam petisi yang disebar oleh Onno Center (milik pegiat internet, Onno W. Purbo) melalui Change.org ini disebutkan, jika pola bisnis IM2 dengan ratusan ISP di Indonesia adalah sama. Hal ini, sesuai dengan ketentuan UU Telekomunikasi maupun praktek usaha telekomunikasi yang ada.



"Tidak ada hukum yang dilanggar, apalagi melakukan tindak pidana korupsi. IM2 hanyalah sebuah ISP dan menyewa bandwidth secara legal ke Indosat. Tidak melakukan korupsi apa pun dan tidak perlu mempunyai izin frekuensi," tulisnya dalam petisi tersebut yang disebar hari ini, 24 September 2014.



Akibat dari keputusan MA yang tidak sesuai dengan UU, atau pola bisnis telekomunikasi ini, lanjut petisi tersebut, maka 300 lebih pimpinan ISP Indonesia juga terancam hukuman pidana.



"Yang lebih menyedihkan lagi, industri, atau infrastruktur internet di Indonesia terancam harus shutdown, atau dimatikan karena sebagian besar melanggar hukum," tulisnya.



Petisi yang ditujukan untuk Mahkamah Agung, Badan Pengawas Mahkamah Agung, dan Menkominfo ini mengajukan beberapa tuntutan.



1. Kembali ke UU Telekomunikasi.
2. Membenarkan ISP menyewa bandwidth ke operator seluler tidak perlu izin frekuensi.

3. Pemerintah wajib melindungi ISP yang telah memperoleh lisensi dan menjalankan kewajiban dengan baik dan benar.


4. Bebaskan Indar Atmanto dan IM2 dari vonis / tuduhan. 5. Kembalikan nama baik Indar Atmanto dan IM2.



"Jika ini tidak dipenuhi, sebagian besar ISP Indonesia menjadi ilegal dan mereka tidak mungkin beroperasi. Agar tidak melakukan tindakan melawan hukum ISP Indonesia harus menutup usahanya, dan men-shutdown Internet Indonesia," tulis petisi tersebut. (asp)






sumber viva

Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon