Pagi atau Siang Hari, Mana yang Lebih Baik untuk Berjemur?

jasadh.blogspot.com Jakarta, Sering kita dengar bahwa waktu yang paling baik untuk tubuh terpapar sinar matahari adalah pagi hari. Di masyarakat sering dikatakan bahwa matahari pagi bagus untuk pembentukan vitamin D tubuh, tapi darimana sebenarnya asal teori itu?



Menurut ahli endokrinologi dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura, dr Alvin Ng mengatakan waktu yang paling baik untuk terpapar cahaya matahari justru saat tengah hari. Hal ini bertentangan dari kepercayaan masyarakat umumnya yang menganggap matahari pagi lebih menyehatkan.



"Anda bisa mendapatkan vitamin D gratis dari matahari. Tapi matahari pada tengah hari bukan pagi hari. Cahaya ultraviolet (UV) butuh tingkat kekuatan tertentu untuk memberi dampak pada tubuh, dan pada pagi hari cahaya tidak begitu cukup kuat," kata dr Alvin saat berbincang dengan sejumlah media massa di Grand Hyatt Hotel, Jl M.H. Thamrin, Jakarta, seperti ditulis pada Jumat (26/9/2014).



Perkataan dr Alvin bukannya tidak mendasar, menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Institute for Cancer Research, Norway, agar tubuh dapat memproduksi vitamin D secara optimal waktu yang paling tepat terpapar cahaya adalah pada tengah hari.



Penelitian yang telah dipublikasi pada tahun 2008 di jurnal Advances in Experimental Medicine and Biology, juga menunjukkan cahaya UV pada jam 12 lebih minim risiko menyebabkan kanker kulit.



Berkaitan dengan risiko kanker kulit, dr Alvin mengatakan memang sebaiknya tidak hanya mengandalkan cahaya matahari saja untuk memperoleh vitamin D. Vitamin D dapat pula diperoleh dari makanan sehari-hari.



"Sumber vitamin D lainnya bisa didapat dari makanan seperti salmon, tuna, kod, jamur kering, serta jus jeruk dan susu yang dijual di supermarket. Produsen biasanya menaruh vitamin D diproduknya untuk memperkuat kandungan nutrisi," papar dr Alvin.




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon