Mulai 2017, Setengah Populasi Dunia Bakal Terkoneksi Internet

jasadh.blogspot.com news - Lebih dari 50 persen populasi global akan memiliki akses internet dalam kurun 3 tahun ke depan. Hal ini seiring dengan penyebaran internet melalui smartphone dan tablet yang cukup cepat dalam sejarah manusia.



Data dari lembaga International Telecommunication Union (ITU) menunjukkan tahun ini baru sekitar 40 persen penduduk dunia yang terkoneksi internet. Angkanya mencapai 2,9 miliar hingga akhir 2014, atau naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 miliar.



Dilansir dari Cellular News, Senin 29 September 2014, data ITU memaparkan jika lebih dari 2,3 miliar orang akan memiliki akses mobile broadband di akhir 2014. Angka ini akan meningkat 7,6 miliar dalam kurun lima tahun ke depan.



"JIka dibandingkan pelanggan broadband tetap, angka pengguna mobile broadband mencapai 3 kali lipat. Angka ini juga dipicu oleh semakin populernya aplikasi media sosial di ranah broadband, dengan jumlah pengguna sekitar 1,9 miliar," ujar Sekjen ITU, Dr Hamadoun Touré.



Menurut Toure, Korea Selatan merupakan negara dengan penetrasi internet broadband rumahan tertinggi, sekitar 98 persen. Angka ini naik satu persen ketimbang tahun lalu yang hanya 97 persen. Sedangkan Monaco mengalahkan posisi Swiss tahun lalu, sebagai negara dengan penetrasi broadband tetap sebesar 44 persen. Setidaknya, menurut ITU, ada empat negara dengan penetrasi lebih dari 40 persen tahun ini, yaitu Monaco, Swiss, Denmark, Belanda.



"Jumlah negara yang memiliki penetrasi internet di atas 50 persen mencapai 77. Padahal di 2013, hanya ada 70 negara. Hampir semua negara di Eropa masuk ke dalam 10 besar penetrasi koneksi internet dunia. Islandia menduduki peringkat pertama di dunia dengan 96,5 persen penduduknya telah online," katanya.



Ditambahkan Toure, beberapa negara dalam laporan ITU yang memiliki penetrasi internet paling sedikit adalah mereka yang berada di negara Afrika sub-sahara. Bahkan penetrasinya kurang dari 2 persen.



Negara tersebut adalah Ethiopia (1,9 persen), Nigeria (1,7 persen), Sierra Leone (1,7 persen), Guinea (1,6 persen), Somalia (1,5 persen), Burundi (1,3 persen), Eritrea (0,9 persen) dan Sudan Selatan juga kurang dari satu persen.



Di Asia, negara yang masih prihatin terhadap populasi internet adalah Myanmar (1,2 persen) dan Timor Leste (1,1 persen). (ren)





sumber viva

Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon