Berkat Implan Mata Bionik, Wanita Ini Bisa Melihat Lagi

jasadh.blogspot.com
Sudah 10 tahun Fran Fulton (66) berada dalam kegelapan. Fulton yang tinggal di Philadelphia menderita penyakitdegeneratif yang perlahan menyebabkan sel di retina mati. Akan tetapi kini ada harapan baru bagi Fulton, para dokter di Wills Eye Hospital sedang mengetes sebuah implan mata baru dan Fulton cocok dengan kriteria yang dicari.

Fulton adalah salah satu dari 21 orang di Amerika Serikat yang menerima sistem retina buatan terbaru bernama Argus II. Argus II adalah teknologi kompleks yang menggunakan kacamata berkamera, prosesor video, dan cip yang ditanam pada mata Fulton untuk membantunya melihat tekstur bentuk."Saat mereka 'menyalakan saya' benar-benar merupakan pengalaman yang luar biasa. 

Saya sangat gembira dan bersemangat, jantung saya berdegup kencang sampai saya harus meletakkan tangan di dada karena takut meledak," kata Fulton seperti dikutip dariBBC, Jumat (26/9/2014).Dr Allen Ho menanam Argus II pada Fulton lewat operasi yang memakan waktu empat jam pada 28 Juli 2014. Alat bekerja dengan cara kamera pada kacamata mengirimkan gambar dalam bentuk sinyal wireless pada implan, menembus kecacatan pada mata Fulton. Implan kemudian memicu sel saraf dalam mata yang bertanggung jawab mengirim gambar ke otak.Cip implan memiliki kemampuan mengirim gambar berukuran 60piksel, sehingga apa yang dilihat oleh Fulton lebih simpel dari penglihatan normal umumnya.Fulton mengatakan, sebelum ia kehilangan penglihatannya ia adalah seorang aktivis untuk orang cacat. Ia merasa penglihatannya mulai memudar sejak dirinya anak-anak hingga pada umur 40 tahun hampir hilang sama sekali. 

Pada akhirnya Fulton kehilangan penglihatannya sama sekali dan ia sangat bergantung pada tongkat untuk jalan."Saya ingat seperti apa rupa anak saya, tapi saya tidak tahu seperti apa rupa dari istri anak saya dan cucu saya," ujar Fulton.Fulton kini telah mempelajari bagaimana terbiasa dengan mata barunya tersebut. Ia mengatakan dirinya sekarang bisa menemukan lokasi elevator dan melihat apakah ada orang didalamnya, serta berjalan di lorong tempat kerjanya tanpa terantuk."Kesenangan terbesar saya adalah pada saat saya bisa mengenali cucu-cucu saya. Saya akan mampu membedakan siapa-siapa saja. Apa yang bisa saya lakukan (dengan mata ini) benar-benar luar biasa," Tutup Fulton.

Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon