2015, Facebook Ujicoba Internet via Drone

  http://jasadh.blogspot.com/2014/09/2015-facebook-ujicoba-internet-via-drone.html
jasadh.blogspot.com

Facebook menegaskan segera mengujicoba akses internet melalui drone pada tahun depan. Penyediaan akses internet itu merupakan bagian ambisi situs jejaring sosial untuk memperluas akses internet di wilayah yang belum mendapatkan cakupan internet selama ini. 

Melansir Wired, Rabu 24 September 2014, namun untuk mengujicoba teknologi akses internet melalui peawat nirawak ini, bukan hal yang mudah. Facebook menempatkan drone harus tetap mengangkasa di atas ketinggian 60 ribu hingga 90 ribu kaki di atas permukaan laut. Ketinggian itu, melebihi semua area penerbangan yang ada di dunia. Namun, Facebook tau mau menyerah.

"Kami terus mendorong teknologi surya, baterai, dan komposit untuk menggelar inovasi ini. Tapi memang ada sejumlah tantangan," ujar Maguire, Direktur Teknik Laboratorium Konektivitas Facebook saat berbicara dalam KTT Social Good di New York City, Amerika Serikat. 

Ditambahkan, untuk menempatkan drone pada ketinggian itu, Facebook hanya bisa mengandalkan satelit saja. 

"Semua aturan itu ada di satelit dan kami sudah menginvestasikan pada hal ini. Satelit memainkan peranan yang sangat berguna, tetapi kami juga harus membantu membuka pekerjaan baru," ujar dia. 

Untuk memastikan drone bisa terbang dalam waktu yang lama dan pada ketinggian di luar penerbangan, Facebook mensiasati dengan dengan menempatkan satu operator manusia untuk setiap drone dengan mengistirahatkan sang operator setiap dua minggu sekali. 

Skema itu, kata Maguire, sudah dipraktikkan oleh demonstrasi pesawat tak berawak surya yang baru-baru ini diterbangkan perusahaan Inggris. 

"Jadi, ini seperti bermain video game selama dua minggu berturut-turut tanpa istirahat. Kami membutuhkan lingkungan peraturan yang akan terbuka untuk satu percontohan yang mengelola 10 atau 100 drone. Kita harus mencari hal-hal ini," ujar dia. 

Namun demikian, meski untuk menerapkan drone hasil Laboratorium Konektivitas itu mendapatkan tantangan itu, Facebook menegaskan tetap akan menguji teknologi ini pada tahun depan. Sayangnya, situs jejaring sosial itu tak merinci kapan pastinya akan menguji drone itu. 

Facebook menargetkan 21 lokasi di Amerika Latin, Asia dan Afrika untuk proyek konektivitas drone itu. Sedangkan untuk aplikasi teknologi ini akan dilakukan sekitar 2,5 tahun lagi.

Guna merealisasikan teknologi ini, Facebook mengaku butuh bantuan mitra yang lainnya, yang meliputi pemerintah, masyarakat, komunitas bisnis lokal. 

"Kami berharap akan mampu membuat teknologi ini terbuka untuk orang lain, karena kami berpikir memiliki model yang lebih terukur mendapatkan teknologi ini di luar sana," ujarnya.


sumber viva

Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon