Menristek: Indonesia Menuju Mobil Listrik pada 2016

jasadh

Menristek Gusti Muhammad Hatta (foto: Feri Usmawan/Okezone) Menristek Gusti Muhammad Hatta (foto: Feri Usmawan/Okezone) JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Republik Indonesia belakangan ini dikenal sibuk mengembangkan teknologi mobil listrik. Mobil elektrik yang ramah lingkungan tersebut tengah dikembangkan oleh tim peneliti anak bangsa, dengan harapan ke depannya bisa digunakan oleh warga.



Badan Peneliti dan Pengkajian Teknologi (BPPT) yang dinaungi oleh Kemenristek beberapa tahun belakangan terus melakukan penelitian dan pengembangan mobil listrik. Penelitian, pengembangan, serta pengujian tersebut pun membuahkan hasil; sejumlah purwarupa mobil listrik.



Akhir tahun lalu, Kemenristek mulai mengampanyekan program dan memerkenalkan purwarupa mobil listrik yang dikembangkannya agar lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, teknologi mobil listrik belum begitu diketahui oleh warga yang terbiasa dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak.



Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menargetkan pada 2016 mobil ramah lingkungan tersebut sudah mulai diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak. Meski bukan dalam skala ribuan, ia mengatakan akan berusaha agar mobil listrik bisa diproduksi massal pada 2016 meski jumlahnya berkisar di angka puluhan.



“Kalau lancar-lancar saja, tidak ada masalah, sebenarnya 2016 bisa mulai diproduksi massal,” kata Gusti kepada Okezone beberapa waktu lalu.



Sejatinya, mobil listrik memakan biaya penelitian yang tidak sedikit. Dikatakan oleh Menristek pun, mobil listrik memiliki kecenderungan dibanderol dengan harga yang lebih mahal dibanding mobil konvensional berbahan dasar minyak. Namun Kemenristek akan mengusahakan untuk menekan harga mobil listrik dengan meminta pemerintah untuk melakukan subsidi atau mengurangi biaya pajak.



Dikatakan oleh Gusti, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan penggunaan mobil listrik ini. Yang pertama pastinya mobil tanpa bahan bakar minyak ini akan sangat ramah lingkungan. Bahan bakar mobil hanya memerlukan energi elektrik yang bisa didapat dari sumber daya terbarukan.



Bahan bakar tak lagi tergantung dengan sumber daya bumi seperti batu bara, minyak, atau gas. Selain itu, mobil listrik ini tak mengeluarkan emisi gas karbon dioksida seperti mobil konvensional berbahan bakar minyak. Dengan begitu, pengurangan gas efek rumah kaca bisa dilakukan.



Keuntungan lainnya dari mobil listrik adalah mengurangi polusi suara, alias tidak bising seperti mobil konvensional. Selain itu, mobil tersebut juga tak memerlukan oli yang perlu diganti setiap bulannya. Namun demikian, proyek pelaksanaan mobil listrik ini membutuhkan dukungan dari pemerintah berbagai pihak.

(amr)




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon