Windows XP Tamat, Jalan Mulus Terbuka Bagi Hacker

jasadh

Esok hari, 8 April 2014, Microsoft secara resmi akan mengakhiri era Windows XP OS. XP debut tahun 2001 dan memiliki sedikitnya 45 juta baris kode, merupakan salah satu versi Windows terpopuler bahkan hingga menjelang hari-hari terakhirnya.


Tamatnya riwayat Windows XP artinya Anda tidak akan lagi bisa mendapatkan dukungan update, fixes otomatis atapun bantuan online ketika XP mengalami gangguan. Dan tanpa adanya dukungan dari Microsoft tersebut maka Anda tidak akan bisa menerima security update untuk melindungi PC dari virus, spyware serta malware lain yang marak dipakai hacker untuk mencuri data pribadi.


Menggapi hal tersebut, Jaime Blasco dari perusahaan security AlienVault mengatakan bahwa ada banyak sekali ancaman terhadap komputer Windows XP setiap harinya. Dan ketika Microsoft tidak lagi memberikan dukungan security maka bisa dipastikan konsumen pengguna XP ada dalam bahaya besar terkait ulah hacker melalui malware yang mereka kirim.


Yang menarik, setelah 12 tahun menjadi bagian PC, hingga saat ini XP masih dipakai oleh banyak orang. Bahkan XP adalah OS desktop kedua setelah Windows 7 yang paling banyak dipakai konsumen. Selain itu, cukup mengejutkan bahwa tercatat 18% dari pengguna internet masih mengakses dari komputer Windows XP. Hal tersebut seperti diungkap oleh StatCounter yang melacak 15 miliar page views per bulan dan OS apa yang dipakai untuk mengakses internet. Dalam hasil temuan itu, Amerika Serikat (AS) adalah negara dengan populasi XP cukup besar. OS tersebut ada di posisi ketiga terpopuler untuk mengakes internet (15%).


Masalah serius barangkali akan terjadi di perusahaan-perusahaan yang tidak jauh-jauh hari mempersiapkan perpindahan dari XP ke Windows 7, atau OS lainnya. Mesin ATM, misalnya, sebagian besar mesin ATM di dunia masih didesain untuk Windows XP. Nah, jika beberapa hari terakhir Anda mengalami gangguan bertransaksi di mesin ATM, bisa jadi pihak bank tengah melakukan upgrade untuk menghindari hal-hal buruk agar terjadi pada akun para nasabahnya. Hal serupa juga terjadi pada sektor-sektor kesehatan, seperti komputerisasi di rumah sakit. Diketahui bahwa 10% dari rumah sakit dan klinik kesehatan di seluruh dunia masih mempercayakan Windows XP untuk sistem mereka. Karenanya pihak rumah sakit harus segera melakukan upgrade jika tidak ingin data pasien dibobol oleh hakcer. Bagaimana dengan Anda? Masihkah mempercayakan keperluan komputasi dengan XP atau telah berpikir pindah ke perangkat Windows 8?


Source


Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon