Peneliti Gunakan Google Earth Pantau Suku Primitif

jasadh

Suku primitif di Brasil. Suku primitif di Brasil. WASHINGTON - Peneliti dari Universitas Missouri, Amerika Serikat, menggunakan penginderaan jauh dari Google Earth untuk melakukan pemantauan terhadap suku primitif yang belum tersentuh dunia luar di perbatasan antara Peru dan Brasil.



Penggunaan Google Earth ini untuk memantau demografi kesehatan desa suku primitif tanpa harus turun langsung ke lokasi dan terjadi kontak. Pemantauan dengan penggunaan Google Earth ini dinilai paling efektif untuk melakukan penelitian. Data yang dikumpulkan juga bisa untuk mengetahui cara-cara bertahan hidup yang dilakukan suku tersebut sampai sekarang.



Pemantauan ini juga bisa memberikan data tentang lokasi keberadaan suku tersebut secara fisik. Namun lokasi secara spesifik itu tak diungkapkan oleh tim peneliti dengan alasan agar tak diketahui oleh orang lain



"Kami menemukan bahwa perkiraan jumlah mereka ada sebanyak 40 orang dalam satu desa," kata kepala peneliti Rob Walker, seperti dikutip DailyMail, Jumat (25/4/2014).



Peneliti juga mengatakan, bahwa suku primitif ini sengaja dilindungi agar tidak mengalami kepunahan akibat dunia luar. "Sebuah desa kecil yang terisolasi seperti ini menghadapi ancaman kepunahan. Namun kontak dari dunia luar akan menimbulkan kekeliruan, maka cara penelitian tanpa menyentuh mereka ini sangat dianjurkan. Sebuah program pemantauan jarak jauh menggunakan citra satelit yang diambil secara berkala akan membantu melacak gerakan dan kesehatan demografis penduduk tanpa mengganggu kehidupan mereka," jelas Walker.



Suku yang diteliti oleh Walker dan timnya merupakan salah satu dari sekian banyak suku primitif yang tinggal di daerah hutan Amazon. Hampir sebanyak 100 suku primitif yang belum tersentuh dunia luar saat ini ada di Amazon. Dikhawatirkan pembalakan hutan, atau penambangan liar bisa menjadi ancaman bagi suku primitif tersebut.

(amr)




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon