Mikroba Mampu Keluarkan Karbondioksida

jasadh

(Foto: Uws.edu) (Foto: Uws.edu) SYDNEY - Peneliti dari Hawkesbury Institute for the Environment di University of Western Sydney melakukan percobaan dengan merekam tanda karbondioksida (CO2) di hutan, yang menandakan mikroba tanah mulai aktif kembali. Mikroba ini diketahui aktif kembali setelah turun hujan pasca musim panas atau kekeringan.



Dilansir Sciencealert, Kamis (3/4/2014), riset ini sebagai bagian dari percobaan EucFACE, yang menggunakan sensor untuk mengukur 'nafas' hutan. Sebelum penelitian yang menggunakan sensor ini, sangat minim diketahui mengenai bagaimana mikroba tanah menangani kekeringan dan kebangkitannya (revival).



Seperti diketahui, ekosistem hutan yang kering membuat pohon merontokkan daunnya dalam jumlah besar dan tanah mencapai tingkat kelembaban tertentu. Hujan yang muncul membuat pohon kembali ke dalam kehidupan, di mana rumput tumbuh serta tanaman bermekaran.



Penelitian ini melibatkan ratusan sensor dan alat perekam yang ditempatkan Cumberland Plain Forest. "Apa yang kami lihat adalah langsung 'bernapas keluar' dari tanah karena flora dan fauna menjadi aktif kembali setelah hujan," kata ilmuwan.



Ilmuwan menambahkan, tim mampu mengukur dan membuat gambar pola 'bernafas' dalam sebuah grafik. Pola ini bertepatan dengan curah hujan di Cumberland Plain Forest, Australia. (ahl)




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon