Fenomena Hujan Es di Jakarta Efek Pemanasan Global?

jasadh

Ilustrasi. Ilustrasi. JAKARTA - Sebagian warga Jakarta sempat dihebohkan dengan fenomena alam turunnya hujan es di beberapa wilayah pada Selasa 22 April 2014 kemarin. Akibat hujan es ini, timbul anggapan bahwa fenomena tersebut merupakan efek pemanasan global. Benarkah?



Menurut peneliti Meteorologi Tropis di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Trihandoko Seto, hujan es sebenarnya bisa terjadi dengan ada atau tidaknya efek pemanasan suhu Bumi. Peningkatan suhu Bumi dikatakan memiliki andil tak begitu besar akibat terjadinya hujan es.



"Pemanasan global itu hanya meningkatkan energi untuk menghasilkan penguapan air menjadi menjadi awan yang lebih bertenaga," kata Trihandoko saat dihubungi via telefon oleh Okezone, Rabu (23/4/2014). Menurutnya, pemanasan suhu Bumi yang tinggi akan membantu pengolahan uap air yang banyak menjadi awan cumulonimbus. Awan cumulonimbus sendiri lebih dikenal sebagai awan pembawa hujan atau bahkan badai.



Sementara kaitannya dengan isu perubahan iklim yang ramai diperbincangkan saat ini adalah adanya polusi berlebihan yang bisa memperkuat badai. "Isu pemanasan global itu sendiri lebih kepada polusi.



"Polusi itu menghambat proses terjadinya hujan. Wilayah yang polusinya tinggi cenderung mengalami kekurangan hujan," kata Trihandoko. Oleh karena polusi menghambat proses awan menurunkan hujan, penguapan air yang terjadi semakin banyak, menumpuk, dan dapat membentuk badai yang sangat kuat.



Sedangkan hujan es terjadi akibat adanya awan raksasa bernama cumulonimbus yang melayang di ketinggian lebih dari 5.000 mdpl dan menurunkan butiran es di saat suhu daratan sangat lembap, maka terjadilah hujan es. (amr)




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon