ATSI Dorong Keuntungan Telekomunikasi Melalui Layanan Data

jasadh

Ilustrasi (Foto: Reuters) Ilustrasi (Foto: Reuters) JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menggelar seminar telekomunikasi bertajuk “Monetisasi Layanan Data Operator dan Perbankan”.



Seminar ini menghadirkan para ahli dari berbagai industri telekomunikasi terkait bagaimana memonetisasi layanan data. Sehingga, perusahaan telekomunikasi di Tanah Air bisa memperoleh pemasukan yang maksimal, di luar layanan voice maupun SMS.



Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Alexander Rusli, mengatakan bahwa perusahaan telekomunikasi ingin mendorong dan menyediakan layanan menarik melalui penggunaan smartphone yang perkembangannya pesat di Indonesia. "Bagaimana kita ingin mengundang, ajak customer untuk menggunakan data lebih banyak," kata Alexander di gedung serba guna Kominfo, Jakarta, Senin (21/4/2014).



Saat ini, menurutnya, perusahaan telko harus dapat meningkatkan layanan data atau transisi ke 'data friendly' untuk pelanggan. "Operator cari jalan, bagaimana line revenue lainnya untuk menciptakan profitabilitas," tambahnya.



Perusahaan telekomunikasi juga dapat menggandeng para content provider (CP). Sehingga industri kreatif digital juga semakin kaya dan memberikan manfaat bagi pelanggan. Selain itu, perusahaan juga bisa menawarkan mobile advertising digital atau mobile money.



"ATSI menunjang program pemerintah, layanan voice, SMS dan broadband untuk seluruh rakyat. Kita menunjang industri yang sehat," tuturnya.



Profitabilitas melalui layanan digital ini diharapkan terus tumbuh dan berkembang untuk jangka panjang. "Kita terus kerjasama dengan Kominfo dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)," imbuhnya.



Dia juga berharap, regulasi yang dibuat bisa lebih memajukan industri kreatif digital maupun industri telekomunikasi. (adl)




Silahkan Meninggalkan Komentar Dengan Bijak dan Sopan
EmoticonEmoticon